Jurnal Refleksi Diri

Seperti pengantar di awal tentang pengenalan diri secara singkat sebelemnya. Disini saya akan menceritaka sedikit lebih detail tentang pengalaman saya baik sebelum menjadi Calon Guru Penggerak (CGP) sampai mengikuti proses Pendidikan Profesi Guru Penggerak (PPGP) ini.

Memanusiakan manusia, mungkin sering kita dengar dengan kata-kata tersebut. Dimana kata-kata tersebut sudah pernah di ajarkan oleh Ki Hajar Dewantara (KHD), dimana KHD berfilosofi bahwa pembelajaran “menuntun” anak dan memberikan kebebasan namun tanpa kehilangan arah dan membahayakan mereka. Kesimpulan singkatnya menurut saya, KHD mengajarkan kita agar “mengajak dan menuntun” siswa agar menjadi lebih baik lagi, dari yang belum tau menjadi tau, yang tidak bisa menjadi bisa.

 

Facts (Peristiwa)

Itu mungkin awal cerita saya menjadi guru, dimana saya menjadi guru di tahun Juli 2008 di salah satu Madrasah Tsanawiyah Swasta yang bernama MTs Nurul Islam, dimana saat itu saya baru lulus SMK dan berencana mengikuti seleksi Bintara Polri, selagi saya olahraga di salah satu lapangan olahrga saya melihat banyaknya siswa yang berkerumun tidak ada gurunya. Saat saya lihat dan tanyakan ternyata gurunya tidak ada karena lulus CPNS saat itu. Saat itu saya tidak berpikir dan berniat untuk berniat menjadi seorang guru. Alhasil saat latihan fisik tersebut saya bertemu dengan salah satu guru yang ternyata guru tersebut adalah Kepala Sekolahnya. Beliau menawarkan kepada saya agar mengajar siswa siswi yang tidak ada gurunya tersebut mengajar olahraga dengan alasan karena saya latihan fisik di lapangan tersebut dan siswa-siswi tidak ada gurunya, sehingga beliau meminta saya untuk menjaga dan mengawasinya saja. Singkatnya kenapa saya jadi tertarik mengajar karena saya tidak lulus ikut seleksi bintara Kepolisian. Akhirnya saya memutuskan untuk terus mengajar di sekolah tersebut selama kurang lebih 3 tahun dari 2008 sampai 2011.  di tahun 2009 saya mengikuti kuliah di Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK). Dengan mengambil Prodi Teknik Informatika Atau TI. Tahun yang sama yaitu tahun 2010 saya mendapatkan penawaran mengajar di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Banjar Selatan 1  yang sekarang dikenal dengan nama MTsN 3 Banjarmasin dan SMP Sabilal Muhtadin. Di MTsN 3 Banjarmasin itu saya mengajar di situ kurang lebih sampai tahun Juni 2014 dengan mata pelajaran TIK, sedangkan di SMP Sabilal Muhtadin saya mengajar pelajaran Pendidikan Teknologi Dasar (PTD).  jadi pada saat itu saya mengajar ada 2 sekolah sekaligus yaitu di MTsN 3 Banjarmasin dan SMP Sabilal Muhtadin. Namun, karena kurikulum berubah matapelajaran TIK di hapuskan, sejak Juli 2014 saya mendapatkan penawaran mengajar di SMKN 3 Banjarmasin dan saya setujui sampai sekarang.

 

Feelings (Perasaan)

Perasaan yang saya rasakan saat mengajar yaitu bingung tidak tahu harus apa yang dilakukan karena mata pelajaran yang saya pegang pada saat awal mengajar yaitu olahraga atau PJOK saat ini itu tidak ada sama sekali basik di diri saya.  namun yang saya ketahui dan saya rasakan adalah mengajar itu adalah proses untuk menjadi seseorang yang jauh lebih baik. Di samping itu mengajar juga salah satu hal yang mulia yang tertuang di dalam kitab suci Alquran di dalam surah Al-Asr ayat 3 yang artinya “Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran”. Itulah seorang pengajar. Dan oleh guru dan ulama kami di Banjarmasin mengatakan untuk hidup itu  mendapatkan keberkahan yaitu “kalau tidak mengajar atau belajar”

Findings (Pembelajaran)

Dari yang saya temukan dan saya rasakan, saya merasa menemukan jiwa untuk selalu memberikan pelajaran kepada orang lain. Baik kepada siswa yang memang saya ajar, ataupun kepada orang lain.

Future (Penerapan)

Tindakan yang saya lakukan dimasa depan selalu memperhatikan perkembangan siswa sesuai dengan perkembangan dan kondisi zaman saat ini, inilah jadi tantang tersendiri untuk guru sekarang dan dimasa depan. Dengan perkembangan teknologi inilah, tantangan sebenarnya untuk menuntun, mengayomi siswa untuk membawa perubahan untuk masa depan mereka.

 

Dengan adanya Pendidikan Profesi Guru Penggerak (PPGP) ini, yang di Fasilitasi oleh Balai Guru Penggerak (BGP) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Dengan di ajar dan di arahkan oleh Bapak Sukatno, M.Pd selaku Fasilitator CGP dan Ibu Desy Hairina, M.Pd selaku Pengajar Praktik (PP) di grup kami. Saya barharap, bisa menerima dan mengimplementasikan ilmu yang beliau berikan. 

 

Salam Guru Penggerak

Tergerak untuk melakukan perubahan